Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Memberikan Respons Positif Terkait Kartu Aksara Jawa
SURABAYA, mediasuarabudayanusantara.my.id - Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafidz Muksin, S. Sos., M. Si., Tim Paguyuban Aksara Jawa Nusantara yang dipimpin oleh M. Taufik Hidayat atau biasa dipanggil Taufik Monyong mendatangi Kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Jalan Gebang Putih Nomor 10. Keputih, Kecamatan Sukolilo Surabaya pada Kamis (15/10/2026) Pukul 08.30 WIB.
Rombongan tim ditemui oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M. Hum.,dan sejumlah staf di ruang pertemuan, dalam sambutannya Puji Retno menyampaikan terimakasih kepada tim atas kunjungannya dan juga mendapatkan informasi dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terkait program dari Paguyuban Aksara Jawa Nusantara.

Puji Retno juga mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh tim Paguyuban Aksara Jawa dalam beberapa tahun untuk mengenalkan Aksara Jawa kepada masyarakat.
"Kami berterima kasih atas kunjungan Tim Paguyuban Aksara Jawa datang ke kantor kami, dan juga kami telah.mendapatkan informasi dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga dari Kepala Pusat Perlindungan dan Pelestarian Sastra, yang didalamnya juga termasuk Aksara, yang itu merupakan tugas dan tanggung jawab kami, serta mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditempuh selama beberapa tahun oleh Tim Paguyuban Aksara Jawa Nusantara dalam mengenalkan Aksara Jawa kepada masyarakat luas," ujar Puji Retno.
Ditambahkan pula oleh Puji Retno tentang proposal yang sudah diterima dan dibacanya,salah satunya adalah sebagai pilot project untuk sekolah mempelajari Aksara Jawa melalui permainan Kartu Aksara Jawa, selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) kami berkoordinasi dan menunggu arahan dari pusat.
"Terkait pilot project untuk sekolah mempelajari Aksara Jawa melalui permainan kartu aksara jawa, karena kami UPT jadi kami menunggu arahan dari pusat untuk langkah yang perlu diambil," tambahnya.

Sementara itu Taufik Monyong dalam presentasinya menjelaskan tentang pentingnya kita kembali kepada jati diri bangsa, untuk mulai menggunakan Aksara Jawa dan memasukkan kedalam kurikulum sekolah, baik dalam tingkat sekolah dasar, pertama dan menengah, hal itu dianggap penting oleh Taufik Monyong karena untuk menguatkan akar kepada generasi-generasi berikutnya supaya mereka mencintai warisan dan budaya dari leluhur.
"Menurut kami seyogyanya Aksara Jawa dimasukkan kedalam Kurikulum pendidikan, baik itu pendidikan dasar, pertama dan menengah, agar supaya generasi-genearsi berikutnya tidak kehilangan jati dirinya sebagai penerus bangsa," harapnya.
Lebih lanjut Taufik Monyong menceritakan bagaimana ia mengawali semua ini dari kegelisahan dan keresahan akan semakin menurunnya minat generasi sekarang untuk mengenal dan mempelajari Aksara Jawa, hingga akhirnya Taufik Monyong melakukan riset tentang Aksara Jawa dan Juga aksara-Aksara yang ada di negara-negara lain.
"Dari kegelisahan dan keresahan saya pribadi, akhirnya saya melakukan riset tentang Aksara Jawa, baik melalui Prasasti, buku, diskusi dengan para pakar bahasa maupun studi banding ke negara-negara lain seperti, di Thailand, Jepang dan juga di Arab Saudi," jelas Taufik Monyong yang pernah menjadi Ketua DKJT periode 2015-2025.

Hasil dari pertemuan dan diskusi tersebut mencetuskan rencana untuk tahun depan menjalin kerjasama antara pihak Balai Bahasa dan Paguyuban Aksara Jawa, dan diharapkan draf kerjasamanya dapat disusun secepatnya.
Disesi akhir Taufik monyong mengajak Puji Retno dan dua stafnya untuk bermain kartu Aksara Jawa dan memperagakan bagaimana cara bermainnya. (N3551)
Komentar (0)
Belum ada komentar.