Terbentuk Wadah Spiritual dan Kebudayaan Jamaah Suluk Songko Sejati pada 12 September 2026
SURABAYA, mediasuarabudayanusantara.my.id– Pada hari Sabtu Pahing, 12 September 2026, telah dibentuk sebuah wadah spiritual dan kebudayaan bernama JAMAAH SULUK SONGO SEJATI. Jamaah Suluk Songo Sejati dibentuk oleh: A. Khoirul Anam, S.H. (RM Kanjeng Senopati Areng) Pembentukan Jamaah Suluk Songo Sejati menjadi bagian dari upaya membangun ruang bersama untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan, spiritualitas, kesadaran diri, serta pelestarian budaya Jawa dan Nusantara.
MOTTO “Dari Keheningan Menuju Kesadaran Dari Kesadaran Menuju Kebijaksanaan Dari Kesadaran Menuju Kesejatian Diri” Dengan semangat: MANUNGGALING KAWULO GUSTI Jamaah Suluk Songo Sejati berlandaskan: Beragama Islam Berbudaya Jawa Nusantara RUJUKAN AJARAN
Jamaah Suluk Songo Sejati mengambil rujukan dan inspirasi ajaran dari Walisongo, dengan mengedepankan pendekatan spiritual, kebudayaan, serta kearifan lokal yang berkembang dalam tradisi masyarakat Jawa dan Nusantara. Dalam pelaksanaannya, jamaah mengedepankan berbagai kegiatan dan tradisi, antara lain: - Tawassul - Istighosah - Dzikir - Suluk - Tembang Macapat - Meditasi - Semedi
erbagai kegiatan tersebut diarahkan sebagai sarana untuk melakukan perenungan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, membangun kesadaran batin, memperdalam kebijaksanaan, serta mengenali dan mengembangkan potensi diri dalam kehidupan.
SEKRETARIAT Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik
KEGIATAN RUTIN Jamaah Suluk Songo Sejati melaksanakan kegiatan rutin setiap Selasa malam, yang dilaksanakan secara bergantian di dua tempat di wilayah Surabaya, yaitu: 1. Area Makam Ki Ageng Bungkul 2. Area Cagar Budaya Arca Joko Dolog
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang silaturahmi, pembelajaran, perenungan, penghayatan spiritual, serta pelestarian nilai-nilai budaya Jawa Nusantara dalam bingkai kehidupan beragama.
Dengan lahirnya Jamaah Suluk Songo Sejati, diharapkan terbentuk sebuah wadah yang mampu mempertemukan nilai-nilai keislaman, spiritualitas, kebudayaan Jawa, dan kearifan Nusantara secara harmonis.
Semoga Jamaah Suluk Songo Sejati dapat menjadi ruang untuk terus belajar, mengolah rasa, memperkuat kesadaran, memperluas kebijaksanaan, dan menemukan kesejatian diri dalam pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Dari Keheningan Menuju Kesadaran, Dari Kesadaran Menuju Kebijaksanaan, Dari Kesadaran Menuju Kesejatian Diri.” JAMAAH SULUK SONGO SEJATI Manunggaling Kawulo Gusti Beragama Islam – Berbudaya Jawa Nusantara. (N3551)
Komentar (0)
Belum ada komentar.