Membangkitkan Kembali Aksara Jawa Dalam Pendidikan Dasar dan Menengah

Seni/Budaya/Kuliner/Wisata 10 Oct 2026 13:21 • 3 min read • 4 views • By SATRIYA, ST
Membangkitkan Kembali Aksara Jawa Dalam Pendidikan Dasar dan Menengah
Membangkitkan Kembali Aksara Jawa Dalam Pendidikan Dasar dan Menengah

SURABAYA, mediasuarabudayanusantara.my.id - Awal berdirinya Paguyuban Aksara Jawa Nusantara pada Tahun 2021 yang diinisiasi oleh M. Taufik Hidayat, S. Pd., atau yang lebih dikenal dengan sebutan Taufik Monyong, karena keresahan dan kegelisahan yang menimbulkan  kepedulian terhadap keberadaan dan keberlanjutan Aksara Jawa sebagai bagian penting dari kebudayaan dan jati diri masyarakat Nusantara.

Oleh karena itu Taufik Monyong berharap Aksara Jawa dapat dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah,  berdasarkan keinginan tersebut, Taufik Monyong beserta dua orang rekannya yang juga adalah anggota paguyuban Aksara Jawa Nusantara berangkat ke Jakarta untuk beraudiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) pada Kamis (8/10/2026).

Rombongan datang ke kantor Kemendikdasmen RI pada Jumat (9/10/2026) dan ditemui oleh Kepala Badan (Kaban) Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, S.Sos.,M.Si.

Dalam pemaparannya dengan Hafidz Muksin dan para stafnya, Taufik Monyong menjelaskan langkah-langkah yang sudah ditempuh selama ini oleh Paguyuban Aksara Jawa Nusantara, seperti mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Kartu Aksara Jawa, audensi dengan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur.

"Langkah-langkah yang sudah kita tempuh adalah dengan mendaftarkan Kartu Aksara Jawa ke HAKI pada 5 Maret 2026, beraudensi dengan Komisi E DPRD Provinsi Jatim 14 Juli 2026, menggelar Launching Kartu Aksara Jawa di Galeri Prabangkara Dewan Kesenian Jawa Timur 23 Juli 2026, serta sosialisasi ke beberapa daerah, terkhusus kepada Guru sekolah dasar dan menengah dan juga ke masyarakat luas," ujar Taufik Monyong.

Sementara itu Hafidz Muksin menyambut baik langkah yang sudah ditempuh oleh rekan-rekan Paguyuban Aksara Jawa Nusantara atas kepedulian dan dedikasinya untuk menyelamatkan dan menghidupkan kembali Aksara Nusantara khususnya Aksara Jawa.

"Ini adalah gagasan, inovatif, yang lahir dari sebuah kepedulian akan budaya warisan leluhur yang memiliki makna, filosofi, serta nilai-nilai yang penuh dengan kebaikan, kami di kemendikdasmen menyambut baik, media Kartu menjadi solusi bagaimana mengenalkan sesuatu yang mungkin dianggap sulit, tapi menyenangkan untuk dilakukan, untuk sementara ini kami menggunakan pola lomba, seperti nyanyi, melukis dan lain sebagainya, kalau ini berjalan bisa kami masukkan ke dalam lomba," ungkap Hafidz Muksin menjelaskan.

Dijelaskan pula oleh Hafidz, untuk masuk ke kurikulum sekolah kita perlu melakukan riset, mengkajinya terlebih dahulu serta menganalisa, harapan kedepannya tidak hanya aksara Jawa saja, tapi aksara-aksara yang lain yang ada di daerah-daerah.

" Untuk masuk ke kurikulum pendidikan nasional, kita perlu mengadakan riset, kajian dan analisa yang mendalam supaya dapat dipelajari dan diterapkan," pungkasnya.

Harapannya ketika aksara menjadi bagian dari  kehidupan diberbagai negara, aksara bukan hanya dipelajari sebagai bagian dari sejarah, aksara tetap hadir dalam kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari jati diri atau identitas mereka. (NE55I)

 

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.