Anak dengan Berkebutuhan Khusus di Temukan Tewas Depan Teras Rumah oleh Ibu Kandungnya

Terkini 17 Oct 2026 13:57 • 2 min read • 5 views • By SATRIYA, ST
Anak dengan Berkebutuhan Khusus di Temukan Tewas Depan Teras Rumah oleh Ibu Kandungnya
Anak dengan Berkebutuhan Khusus di Temukan Tewas Depan Teras Rumah oleh Ibu Kandungnya

SURABAYA, mediasuarabudayanusantara.my.id - Suasana rumah di Kecamatan Rungkut, Surabaya, mendadak panik ketika seorang ibu pulang dari pasar dan mendapati putranya, Z (10), tergeletak di teras rumah dengan wajah membiru. Anak dengan Down syndrome itu ditemukan dalam kondisi tali melilit lehernya pada (12/09/26).

Ibu Z langsung berteriak meminta pertolongan. Sementara itu, ayahnya, SAW (53), yang sedang tertidur setelah minum obat, terbangun mendengar teriakan sang istri.

“Istri saya teriak-teriak, ‘Bi, anake wes biru, anak wes biru,’ saya langsung terjaga dari tempat tidur,” ujar SAW, Jumat (16/10/2026).

SAW segera menghampiri anaknya. Menurut keterangannya, terdapat tali sepatu yang melilit leher Z dan sebuah besi di dekat tubuhnya. Ia juga melihat bercak sabun colek di mulut anaknya.

SAW kemudian bergegas membawa Z ke rumah sakit. Namun, nyawa anaknya tidak dapat diselamatkan.

“Waktu saya kendori (talinya) anak saya tidak bernyawa mungkin,” ujarnya.

Kehilangan anaknya membuat SAW berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar rumah.

Dari rekaman CCTV jalan kampung, SAW mengaku melihat dua anak berinisial K (10) dan F (10) masuk ke rumahnya secara bergantian. Keduanya diketahui tinggal di lingkungan sekitar.

SAW menduga kedua anak tersebut terlibat dalam kejadian yang menimpa Z. Kecurigaan itu didasarkan pada pengakuannya bahwa kedua anak tersebut kerap merundung putranya.

Bahkan, menurut SAW, sekitar sepekan sebelum kejadian, kedua anak itu pernah mengalungkan tali tambang ke pundak Z.

“Seminggu sebelumnya ada tampar di pundak anak saya, pundaknya itu dikalungkan tampar, saya tanya dapat dari mana, tapi anak saya tidak bisa ngomong, penglihatannya juga tidak jelas,” terangnya.

SAW telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya. Menurut keterangannya, K telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan F tidak.

SAW menduga F tidak ditetapkan sebagai tersangka karena merupakan anak asuh ketua RT setempat. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak kepolisian.

“Saya menuntut kedua pelaku kalau bisa dibina sampai dewasa, sampai dia bisa mengerti mana yang hak dan batil, mana yang baik dan jelek agar tidak merugikan orang lain, jangan cuma satu anak,” jelasnya.

Anggota DPRD Surabaya, Arjuna Rizky, turut membantu keluarga korban dengan mendatangkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk mendampingi keluarga.

Sementara itu, hingga berita tersebut ditulis, Kasat PPA PPO Polrestabes Surabaya Komisaris Melatisari belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi. (ARDIYAN-PAKAL)

 

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.